Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kayong Utara menjelaskan penggunaan anggaran Rp1,6 miliar untuk menangani dampak kebakaran hutan dan lahan. Kepala dinas, dr. Maria Fransisca, A.S., MARS, menyampaikan penjelasan itu setelah muncul pemberitaan yang memicu kecurigaan mengenai pemanfaatan dana bantuan pemerintah pusat tersebut.
Menurut Maria, anggaran yang disalurkan melalui BPBD serta Dinkes dan KB digunakan terutama untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi petugas pemadam dan warga terdampak asap. Pengadaan mencakup obat batuk, obat untuk keluhan sesak napas, oksigen, nebulizer, serta bahan medis habis pakai dan perlengkapan pendukung lainnya.
Dana tersebut juga menunjang petugas kesehatan dari puskesmas maupun tingkat kabupaten yang setiap hari turun ke lokasi kebakaran. Mereka memberikan pelayanan kepada personel pemadam dan masyarakat. Kebutuhan operasional petugas lapangan mencakup uang harian, makan, dan minum sesuai kegiatan yang dilaksanakan.
Bagian lain dari anggaran digunakan untuk mendistribusikan obat dan bahan medis ke puskesmas di berbagai wilayah Kayong Utara. Maria menekankan pengadaan logistik harus diikuti pengiriman yang memadai agar fasilitas kesehatan dapat segera menggunakannya saat melayani warga.
Dinkes dan KB juga mengukur kualitas udara selama masa tanggap darurat, baik di dalam maupun di luar ruangan. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas instansi sekaligus tindak lanjut permintaan Kementerian Kesehatan. Hasilnya dipakai sebagai data kondisi udara yang dipublikasikan kepada masyarakat.
Pelayanan tidak hanya terpusat di Sukadana. Jaringan puskesmas menjangkau wilayah lain dan terus bergerak bahkan setelah status tanggap darurat berakhir, karena kualitas udara masih dapat memengaruhi kesehatan warga. Petugas diminta tetap membagikan masker serta memberikan edukasi mengenai dampak asap.
Maria menegaskan penanganan kesehatan akibat karhutla harus mengikuti kondisi nyata di lapangan. Pengadaan obat dan alat, dukungan petugas, distribusi logistik, pemantauan udara, dan pelayanan lanjutan merupakan penggunaan anggaran yang ia paparkan kepada publik.